Konsultan psikologi –  Semakin dewasa kita semakin menyadari bahwa lingkar pertemanan semakin menyempit, hanya sebatas orang-orang terdekat yang dapat kita hitung dengan jari atau bahkan mungkin orang yang kita temui setiap harinya pada lingkungan dimana kita tinggal dan bekerja.

Memiliki teman akan membuat lingkungan sosial menjadi seimbang, menyenangkan karena ada tempat berbagi dan punya peran menggantikan peran keluarga ketika kita ingin meminta bantuan. Namun tentunya kamu tahu bahwa status pertemanan ternyata berlapis, tak semua teman atau orang yang saling mengenal dapat disebut sahabat atau teman akrab. Definisi teman sejati sendiri ialah yang membuatnya terasa bernilai dimatamu, pun sebaliknya dia juga menjadikanmu bagian terpenting dalam hidup, yang tak rela saat kamu disakiti dan memastikan kamu hidup dengan bahagia.

Teman dengan ciri-ciri tersebut harusnya kamu pertahankan dan layak disebut sahabat sejati. Lalu untuk memastikan apa teman yang saat ini dekat denganmu adalah sahabat sejati pastikan beberapa ciri ini ada padanya.

Tidak akan pernah menjatuhkanmu

Sahabat sejati tahu bagaimana caranya menghargaimu, mendukung segala kelebihanmu dan tak mempermasalahkan kekuranganmu, tak akan melemahkan dengan kata atau perbuatan yang tidak mengenakan hati. Sementara teman palsu hanya senang dengan pencapaianmu ketika didepanmu saja, namun didalam hatinya ternyata menyimpan iri dan beberapa alasan untuk mengingkari bahwa kamu tak layak mendapat keberhasilan tersebut.

Teman sejati paham bagaimana caranya membuatmu bangkit dari keterpurukan, pandai memilih kata yang tepat ketika kamu sedang ingin mendapat dukungan.

Selalu ada

Ciri ini akan terlihat jelas dan kamu akan cepat memahaminya jika temanmu melakukan ini. Ketika kamu membutuhkannya tentunya dia selalu ada untukmu. Namun beda dengan teman palsu yang hanya datang ketika kamu sedang senang saja, ketika kamu memiliki uang lebih, saat kamu punya hal berharga untuk dibagi denganya.

Sahabat sejati mau menjadi pendengar yang baik

Teman palsu biasanya enggan menerima cerita dari yang lain, baginya teman hanya untuk mendengar cerita-ceritanya saja, dia hanya menjadikanmu sebagai ‘audiens’dan menganggap hanya cerita hidupnya saja yang menarik, tentunya ini adalah sifat yang egois dan tak memberimu ruang untuk bercerita agar kalian saling memahami satu sama lain. Bagaimanapun juga kamu perlu menemukan orang yang mau mendengarmu agar mereka tahu masalah apa yang saat ini sedang kamu hadapi.

Sahabat sejati selalu menghargai pendapatmu

Teman palsu tak akan menganggap pendapatmu sebagai pendapat yang layak untuk dipertimbangkan, baginya hanya ada satu pendapat yang boleh diambil yaitu pendapatnya sendiri. Pendapatmu hanya dianggap sebagai perbandingan yang nyatanya tak objektif. Saat kamu tak setuju dengan pendapatnya dia akan mengajakmu berdebat panjang hingga kamu menyetujui pendapatnya meski terpaksa, bagianya adalah bagaimana agar terlihat benar dimata orang lain.

Berbeda dengan sahabat sejati, ketika kamu dan dia terdapat perbedaan pendapat dia akan menghargai dengan diskusi yang sehat.

Bagaimana cara menghadapi teman palsu

Jika terdapat indikasi bahwa pertemanan yang terjalin merupakan pertemanan yang tak sehat. Mungkin saja orang yang kini berteman denganmu adalah teman palsu yang hanya memanfaatkan dirimu saja. Batasilah waktu kebersamaan dengan orang-orang tersebut. Setidaknya kurangi intensitas sedikit demi sedikit.

Baca juga: Cara Mengenali Diri Sendiri Agar Bahagia Dalam Hidup

Jangan harapkan apapun terhadap pertemanan yang dibangun tanpa dasar menghargai satu sama lain, yang justru hanya memunculkan kesan negatif. Tetapi jangan pula berpikiran bahwa kamu tak layak untuk ditemani hanya karna temanmu menjauh saat kamu terpuruk atau terdapat kekurangan. Percayalah sahabat sejati akan kamu temukan selama kamu tulus dalam berteman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here