Tahukah Kamu tentang Resiko Psikososial dan Stres di Tempat Kerja

Risiko psikososial dan stres terkait pekerjaan adalah salah satu masalah yang paling menantang dalam keselamatan dan kesehatan kerja. Mereka berdampak signifikan pada kesehatan individu, organisasi, dan ekonomi nasional.

Banyak orang yang bekerja di Indonesia menganggap stres sebagai hal biasa di tempat kerja mereka, dan itu berkontribusi pada sekitar setengah dari semua hari kerja yang tidak optimal. Seperti banyaknya masalah yang lain seputar kesehatan terkait mental, stres sering disalahartikan atau distigmatisasi. Namun, jika dipandang sebagai masalah perusahaan daripada kesalahan individu, resiko psikososial dan stres dapat dikelola seperti resiko keselamatan dan kesehatan kerja lainnya.

Apa Risiko Psikososial dan Stres?

Risiko psikososial muncul dari desain, organisasi dan manajemen kerja yang buruk, serta konteks sosial yang buruk dari pekerjaan, dan dapat mengakibatkan hasil psikologis, fisik, dan sosial yang negatif seperti stres terkait pekerjaan, kelelahan, atau depresi. Beberapa contoh kondisi kerja yang mengarah pada resiko psikososial adalah:

  • Beban kerja yang berlebihan
  • Tuntutan yang saling bertentangan dan kurangnya kejelasan peran
  • Kurangnya keterlibatan dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi pekerja dan kurangnya pengaruh terhadap cara pekerjaan dilakukan
  • Perubahan perusahaan yang tidak terkelola dengan baik, ketidakamanan pekerjaan
  • Komunikasi yang tidak efektif, kurangnya dukungan dari manajemen atau kolega
  • Pelecehan psikologis dan seksual, kekerasan pihak ketiga

Saat mempertimbangkan tuntutan pekerjaan, penting untuk tidak mengacaukan resiko psikososial seperti beban kerja yang berlebihan dengan kondisi di mana meskipun terkadang menantang, terdapat lingkungan kerja yang mendukung pekerja untuk dilatih dan dimotivasi dengan baik untuk melakukan yang terbaik dari kemampuan mereka. Lingkungan psikososial yang baik meningkatkan kinerja dan perkembangan pribadi yang baik, serta kesehatan mental dan fisik pekerja.

Pekerja mengalami stres ketika tuntutan pekerjaan mereka berlebihan dan melebihi kapasitas mereka untuk menghadapinya. Selain masalah kesehatan mental, pekerja yang menderita stres berkepanjangan dapat mengembangkan masalah kesehatan fisik yang serius seperti penyakit kardiovaskular atau masalah muskuloskeletal.

Baca Juga: Yuk Ikuti 5 Tips Agar Anak Gemar Menulis!

Bagi perusahaan, efek negatifnya termasuk kinerja bisnis yang buruk secara keseluruhan, meningkatnya ketidakhadiran dan kehadiran (pekerja datang untuk bekerja ketika sakit dan tidak dapat berfungsi secara efektif) dan peningkatan tingkat kecelakaan dan cedera. Ketidakhadiran cenderung lebih lama daripada yang timbul dari penyebab lain dan stres terkait pekerjaan dapat berkontribusi pada peningkatan tingkat pensiun dini. Perkiraan biaya untuk bisnis dan masyarakat signifikan dan mencapai miliaran rupiah di tingkat nasional.

Seberapa Signifikan Masalahnya?

Jajak pendapat dalam sebuah studi penelitian menunjukkan bahwa sekitar setengah dari pekerja menganggap masalah stres terkait pekerjaan sebagai hal biasa di tempat kerja mereka. Di antara penyebab stres terkait pekerjaan yang paling sering disebutkan adalah reorganisasi pekerjaan atau ketidakamanan dalam bekerja, jam kerja yang panjang atau beban kerja yang berlebihan, dan pelecehan serta kekerasan di tempat kerja.

Survei tersebut menunjukkan bahwa resiko psikososial diyakini lebih menantang dan lebih sulit untuk dikelola daripada resiko keselamatan dan kesehatan kerja ‘tradisional’. Ada kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran dan alat praktis sederhana yang memfasilitasi penanganan stres, kekerasan, dan pelecehan terkait pekerjaan.

Untuk kamu yang saat ini sedang galau atau memiliki masalah kehidupan terkait dengan psikologi, #tanyakakrani. Hubungi kontak person Kak Rani (Maharani K., M. Psi), Psikolog Klinis Dewasa dan Anak yang sangat professional. Kamu akan mendapatkan berbagai jawaban dan solusi atas semua kegundahan yang sedang kamu rasakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here